Senin, 03 September 2012

BIOKIMIA GIZI


METABOLISME PROTEIN

PROTEIN TUBUH
  • ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
  • Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
  • Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa
  • Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut, kuku); dan aktin-miosin
MACAM PROTEIN
  • Peptide: 2 – 10 asam amino
  • Polipeptide: 10 – 100 asam amino
  • Protein: > 100 asam amino
  • Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide
  • Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein
  • Lipoprotein: gabungan lipid dan protein

ASAM AMINO

  • Asam amino dibedakan: asam amino esensial dan asam amino non esensial
  • Asam amino esensial: T2L2V HAMIF (treonin, triptofan, lisin, leusin, valin → histidin, arginin, metionin, isoleusin, fenilalanin)
  • Asam amino non esensial: SAGA SATGA (serin, alanin, glisin, asparadin → sistein, asam aspartat, tirosin, glutamin, asam glutamat)

TRANSPORT PROTEIN

  • Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah
  • Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan
  • Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim)
  • Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein

PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK ENERGI

  • Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak
  • Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
  • Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
  • Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto

PEMECAHAN PROTEIN

  1. Transaminasi:
  • alanin + alfa-ketoglutarat → piruvat + glutamat
  1. Diaminasi:
  • asam amino + NAD+ → asam keto + NH3

  • NH3 → merupakan racun bagi tubuh, tetapi tidak dapat dibuang oleh ginjal → harus diubah dahulu jadi urea (di hati) → agar dapat dibuang oleh ginjal

EKSKRESI NH3

  • NH3 → tidak dapat diekskresi oleh ginjal
  • NH3 harus dirubah dulu menjadi urea oleh hati
  • Jika hati ada kelainan (sakit) → proses perubahan NH3 → urea terganggu → penumpukan NH3 dalam darah → uremia
  • NH3 bersifat racun → meracuni otak → coma
  • Karena hati yang rusak → disebut Koma hepatikum


PEMECAHAN PROTEIN

  • Deaminasi maupun transaminasi merupakan proses perubahan protein → zat yang dapat masuk kedalam siklus Krebs
  • Zat hasil deaminasi/transaminasi yang dapat masuk siklus Krebs adalah: alfa ketoglutarat, suksinil ko-A, fumarat, oksaloasetat, sitrat


SINGKATAN ASAM AMINO

Arg, His, Gln, Pro: Arginin, Histidin, Glutamin, Prolin
Ile, Met, Val: Isoleusin, Metionin, Valin
Tyr, Phe: Tyrosin, Phenilalanin karboksikinase
Ala, Cys, Gly, Hyp, Ser, Thr: Alanin, Cystein, Glysin, Hydroksiprolin, Serin, Threonin
Leu, Lys, Phe, Trp, Tyr: Leusin, Lysin, Phenilalanin, Triptofan, Tyrosin

SIKLUS KREBS

  • Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2
  • Proses ini terjadi didalam mitokondria
  • Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis
  • Oksaloasetat berasal dari asam piruvat
  • Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat


RANTAI RESPIRASI

H → hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH
H dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + E



Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasi
Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase

Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → direaksikan dengan O2 → H2O + E

FOSFORILASI OKSIDATIF

Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATP
Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi
Fosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP



KREATIN DAN KREATININ

Kreatin disintesa di hati dari: metionin, glisin dan arginin
Dalam otot rangka difosforilasi membentuk fosforilkreatin (simpanan energi)

                        istirahat
Kreatin + ATP      ↔           Fosforilkreatin → Kreatinin
                         gerak                                     urine

METABOLISME KARBOHIDRAT

APA ITU PENCERNAKAN


  • Pencernakan: proses pemecahan makanan dari bentuk komplek menjadi bentuk sederhana
  • Karbohidrat: dari polisakarida dirubah menjadi monosakarida (galaktose, fruktose, glukose)
  • Glukose merupakan monosakarida terbanyak dalam sirkulasi (70 – 110 mg/ml)
  • Galaktose dan fruktose dikonversi oleh hati dengan enzim yang sesuai menjadi glukose , kemudian masuk sirkulasi

METABOLISME KARBOHIDRAT

Terdiri 3 fase:
  1. Glikolisis
  2. Siklus Kreb
  3. Fosforilasi Oksidatif


GLIKOLISIS

  • Proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A
  • Glikolisis terjadi di sitoplasma
  • Glukose tidak dapat langsung diffusi ke sel
  • Glukose harus berikatan dulu dengan carrier: G + C → GC → GC dapat berdiffusi kedalam sel
  • Didalam sel GC → G + C
  • C keluar sel lagi untuk mengikat G yang lain → sampai semua G masuk sel
  • Proses ini dipercepat oleh H. Insulin, jika H. Insulin kurang → proses masuknya G kedalam sel lambat → G menumpuk didalam darah → DM
  • G di sitoplasma mengalami fosforilasi → glukose 6-PO4 (enzim glukokinase)
  • Fruktokinase → fruktose → fruktose 6-PO4
  • Galaktokinase → galaktose → galaktose 6-PO4

  • Glikolisis: proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asam laktat
  • Glikolisis terdiri 2 lintasan:
  • Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui triose (dihidroksi aseton fosfat atau gliseraldehid 3-PO4) disebut lintasan Embden Meyerhof
  • Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui 6-fosfoglukonat disebut lintasan oksidatif langsung (pintas heksosmonofosfat)



SIKLUS KREBS

  • Proses perubahan asetil co-A → H
  • Proses ini terjadi didalam mitokondria
  • Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis
  • Jika dalam asupan nutrisi kekurangan KH → akan kekurangan oxaloasetat

  • Kekurangan oxaloasetat → pengambilan asetil co-A di sitoplasma terhambat → asetil co-A menumpuk di sitoplasma
  • Penumpukan asetil co-A → berikatan sesama asetil co-A → asam aseto asetat
  • Asam aseto asetat → senyawa tidak setabil → mudah mengurai: aseton + asam β hidroksi butirat

  • Ketiga senyawa: asam aseto asetat, aseton dan asam β hidroksi butirat → disebut Badan Keton
  • Meningkatnya badan keton didalam darah → ketosis
  • Badan keton bersifat racun bagi otak → koma, karena biasanya terdapat pada penderita DM → koma diabeticum

FOSFORILASI OKSIDATIF

  • Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh senyawa yang disebut ATP
  • Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi

  • Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O)


RINGKASAN METABOLISME KARBOHIDRAT

  • Glikolisis: perubahan glukose → asam piruvat
  • R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 asam piruvat + 2 ATP + 4 H
  • Hasil utama glikolisis: asam piruvat
  • Energi dihasilkan: 2 ATP
  • Tempat reaksi glikolisis: sitoplasma
  • Terdiri 2 lintasan: Embden Meyerhof dan Heksosmonofosfat

  • Siklus Kreb: perubahan asetil co-A → H
  • R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP
  • Hasil utama: H
  • Energi dihasilkan: 2 ATP
  • Tempat berlangsung: mitokondria
  • Sisa metabolisme CO2 berasal dari hasil samping Siklus Krebs/ Siklus Asam Sitrat/ Siklus Asam Trikarboksilat

  • Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O)
  • R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP
  • Energi yang dihasilkan: 34 ATP
  • Total hasil energi metabolisme karbohidrat: 38 ATP

METABOLISME LEMAK

MACAM LEMAK
  • Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid
  • Asam lemak:
  1. Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH
  2. Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH
  3. Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
  • Trigliserida: ester gliserol + 3 asam lemak
  • Fosfolipid: ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat
  • Steroid: kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin)

ABSORPSI LEMAK

  • Lemak diet diserap dalam bentuk: kilomikron → diabsorpsi usus halus masuk ke limfe (ductus torasikus) → masuk darah
  • Kilomikron dalam plasma disimpan dalam jaringan lemak (adiposa) dan hati
  • Proses penyimpananya: kilomikron dipecah oleh enzim lipoprotein lipase (dalam membran sel) → asam lemak dan gliserol
  • Didalam sel asam lemak disintesis kembali jadi trigliserida (simpanan lemak)

MACAM LEMAK PLASMA

  • Asam lemak bebas (FFA= free fatty acid) → ada dalam plasma darah dan terikat dengan albumin
  • Kolesterol, trigliserida dan fosfolipid → dalam plasma berbentuk lipoprotein
  1. Kilomikron
  2. VLDL: very low density lipoprotein
  3. IDL: intermediate density lipoprotein
  4. LDL: low density lipoprotein
  5. HDL: high density lipoprotein

ASAM LEMAK BEBAS

  • Bila lemak sel akan digunakan untuk energi → simpanan lemak (trigliserida) dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol (oleh enzim lipase sel)
  • Asam lemak berdiffusi masuk aliran darah sebagai asam lemak bebas (Free Fatty Acid) dan berikatan dengan albumin plasma

PENGGUNAAN FFA SEBAGAI ENERGI

  • FFA dalam plasma dibawa ke mitokondria dengan carrier Karnitin
  • FFA dalam sel dipecah menjadi asetil koenzim-A dengan beta oksidasi
  • Asetil koenzim-A hasil beta oksidasi → masuk siklus Krebs untuk diubah menjadi H dan CO2

METABOLISME LEMAK

Ada 3 fase:
  1. β oksidasi
  2. Siklus Kreb
  3. Fosforilasi Oksidatif


 


BETA OKSIDASI


  • Proses pemutusan/perubahan asam lemak → asetil co-A
  • Asetil co-A terdiri 2 atom C → sehingga jumlah asetil co-A yang dihasilkan = jumlah atom C dalam rantai carbon asam lemak : 2
  • Misal: asam palmitat (C15H31COOH) → β oksidasi → ?? asetil co-A

CONTOH ASAM LEMAK

NAMA UMUM      RUMUS             NAMA KIMIA
Asam oleat      C17H33COOH       Oktadeca 9-enoad
As risinoleat     C17H32(OH)-COOH    12 hidroksi okladeca -9-enoad
Asam linoleat    C17H31COOH      Okladeca-9,12 dienoad
As linolenat      C17H29COOH      Okladeca-9,12,15 trienoad
As araksidat    C19H39COOH       Asam eicosanoad

SIKLUS KREBS

  • Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2
  • Proses ini terjadi didalam mitokondria
  • Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis
  • Oksaloasetat berasal dari asam piruvat
  • Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat


KETOSIS

  • Degradasi asam lemak → Asetil KoA terjadi di Hati, tetapi hati hanya mengunakan sedikit asetil KoA → akibatnya sisa asetil KoA berkondensasi membentuk Asam Asetoasetat
  • Asam asetoasetat merupakan senyawa labil yang mudah pecah menjadi: Asam β hidroksibutirat dan Aseton.
  • Ketiga senyawa diatas (asam asetoasetat, asam β hidroksibutirat dan aseton) disebut BADAN KETON.

  • Adanya badan keton dalam sirkulasi darah disebut: ketosis
  • Ketosis terjadi saat tubuh kekurangan karbohidrat dalam asupan makannya → kekurangan oksaloasetat
  • Jika Oksaloasetat menurun → maka terjadi penumpukan Asetil KoA didalam aliran darah → jadi badan keton → keadaan ini disebut KETOSIS

  • Badan keton merupakan racun bagi otak → mengakibatkan Coma, karena sering terjadi pada penderita DM → disebut Koma Diabetikum
  • Ketosis terjadi pada keadaan :
  • Kelaparan
  • Diabetes Melitus
  • Diet tinggi lemak, rendah karbohidrat

RANTAI RESPIRASI

  • H adalah hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH
  • H dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c →sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + Energi
  • Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasi
  • Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase


Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → direaksikan dengan O2 → H2O + Energi

FOSFORILASI OKSIDATIF

  • Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATP
  • Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi
  • Fosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP (dengan menngunakan energi hasil reaksi H2 + O2 → H2O + E)


SINTESIS TRIGLISERIDA DARI KARBOHIDRAT

  • Bila KH dalam asupan lebih banyak dari yang dibutuhkan → KH diubah jadi glikogen dan kelebihanya diubah jadi trigliserida → disimpan dalam jaringan adiposa
  • Tempat sintesis di hati, kemudian ditransport oleh lipoprotein ke jaringan disimpan di jaringan adiposa sampai siap digunakan tubuh

SINTESIS TRIGLISERIDA DARI PROTEIN

  • Banyak asam amino dapat diubah menjadi asetil koenzim-A
  • Dari asetil koenzim-A dapat diubah menjadi trigliserida
  • Jadi saat asupan protein berlebih, kelebihan asam amino disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adipose

PENGATURAN HORMON ATAS PENGGUNAAN LEMAK

  • Penggunaan lemak tubuh terjadi pada saat kita gerak badan berat
  • Gerak badan berat menyebabkan pelepasan epineprin dan nor epineprin
  • Kedua hormon diatas mengaktifkan lipase trigliserida yang sensitif hormon → pemecahan trigliserida → asam lemak
  • Asam lemak bebas (FFA) dilepas ke darah dan siap untuk dirubah jadi energi


ARTERIOSKLEROSIS

  • Jika kadar kolesterol tinggi dalam darah → endapan lipid yang disebut: plak ateroma/ endapan kolesterol
  • Pada stadium penyakit fibroblast menginfiltrasi ateroma → sklerosis
  • Ca juga mengendap bersama → plak kalsifikasi
  • Kedua proses diatas menyebabkan arteri menjadi sangat keras → arteriosklerosis

  • Arteriosklerosis → menyebabkan vaskuler mudah pecah
  • Dinding vaskuler arteriosklerosis kasar → menyebabkan tombus dan emboli
  • Efek samping: darah tinggi, PJK, trombus → stroke emboli

METABOLISME PURIN DAN PIRIMIDIN

ASAM NUKLEAT


  • Asam nukleat atau asam inti, dikatakan demikian karena asam tersebut pertama kali diketemukan didalam inti sel
  • Didalam inti sel asam nukleat ada dalam bentuk: DNA dan RNA
  • DNA (Deoksiribo Nukleic Acid) merupakan bahan genetik yang disebut Gen
  • RNA (Ribo Nukleic Acid) merupakan bahan cetakan (template) informasi genetic

NUKLEOPROTEIN

  • Nukleoprotein → asam nukleat + protein
  • Asam nukleat → gabungan nukleotida
  • Nukleotida → nukleosida + asam fosfat
  • Nukleosida → basa purin/pirimidin + pentosa
  • Hidrolisis nukleoprotein → protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau basa pirimidin

MACAM ASAM NUKLEAT

Macam asam nukleat:
  1. DNA (deoksiribonucleic acid)
  2. RNA (ribonucleic acid)

DNA:
  • Pentosa: deoksiribosa
  • Basa: adenin, guanin, sitosin, timin

RNA:
  • Pentosa: ribosa
  • Basa: adenin, guanin, sitosin, urasil

PURIN DAN PIRIMIDIN

  • Inti Purin dan Pirimidin adalah inti dari senyawa komponen molekul nukleotida asam nukleat RNA dan DNA
  • Derivat Purin berupa senyawa: Adenin dan Guanin
  • Derivat Pirimidin berupa senyawa: sitosin, urasil dan timin

  • Basa Purin (adenin, guanin)
  • Basa Pirimidin (sitosin, urasil, timin)
  • Nukleosida diberi nama sesuai nama basa pembentuknya: adenin nukleisida (adenosin), guanin nukleisida (guanosin), urasil nukleosida (uridin), timin nukleisida (timidin), sitosin nukleisida (sitidin)

NUKLEOSIDA ALAM

  • Adenin nukleotida /Adenosin Mono fosfat (AMP)
  • Guanin nukleotida /Guanosin Mono fosfat (GMP)
  • Hipoksantin nukleotida/Inosin Mono fosfat (IMP)
  • Urasil nukleotida/Uridin Mono fosfat (UMP)
  • Sitidin nukleotida/Sitidin Mono fosfat (SMP)
  • Timin nukleotida/Timidin Mono fosfat (TMP)

  • Adenosin Trifosfat (ATP) → ikatan energi tinggi
  • Uridin Trifosfat (UTP) → ikatan energi tinggi

BEDA DNA DAN RNA




MACAM RNA


  • mRNA (messenger RNA): membawa kode genetik dari inti ke ribosom (sebagai tempat sintesa protein), kode terdiri 3 nukleotida yang disebut Kodon
  • tRNA (transfer RNA): membawa bahan sintesa protein dari sitoplasma ke ribosom, sesuai kode yang dibawa mRNA, kode dalam rRNA disebut: Antikodon
  • rRNA (ribosomal RNA): tempat sintesa protein

PURIN DAN PIRIMIDIN

  • Purin dan pirimidin merupakan komponen utama DNA, RNA, koenzim, (NAD, NADP, ATP, UDPG)
  • Contoh Purin: (adenin, guanin, hipoxantin, xantin) → dimetabolisme jadi asam urat
  • Contoh Pirimidin: (sitosin, urasil, timin) → dimetabolisme jadi CO2 dan NH3

KATABOLISME ASAM NUKLEAT

  • Nukleoprotein dalam pencernakan akan dipecah jadi molekul yang lebih kecil → Nukleoprotein → asam nukleat + protein
  • Asam nukleat → Nukleotida → Nukleosida + asam fosfat
  • Nukleosida → basa purin/pirimidin + pentosa
  • Hidrolisis nukleoprotein → protein, asam fosfat, pentosa, basa purin atau basa pirimidin

KATABOLISME PURIN

  • Adenosin → Inosin → Hiposantin → Santin → Asam Urat
  • Guanosin → Guanin → Santin → Asam Urat
  • Santin oksidase adalah enzim yang merubah santin → asam urat, enzim tsb banyak terdapat di: hati, ginjal, usus halus
  • Penyakit Gout (pirai) ditandai oleh tingginya asam urat dalam tubuh, sehingga terjadi penimbunan dibawah kulit berbentuk tophi

KATABOLISME PIRIMIDIN

  • Sitosin → Urasil → Dihidrourasil → Asam β ureidopropionat → CO2 + NH3
  • Timin → Dihidrotimin → Asam β ureidoisobutirat → CO2 + NH3
  • Katabolisme pirimidin terutama berlangsung di hati

ASAM URAT

  • Asam urat dibentuk dari metabolisme purin
  • Asam urat diekskresi melalui ginjal
  • Jika produksi purin meningkat atau ekskresi menurun → penumpukan asam urat dalam darah → penyakit Gout

PENYAKIT GOUT

  • Gout adalah penyakit artritis berulang pada sendi articulatio matatarso falangealis akibat peningkatan kadar asam urat
  • Peningkatan asam urat disebabkan:
  • Produksi meningkat (leukemia, pneumonia)
  • Ekskresi menurun (gangguan ginjal)
  • Terapi:
  • Mengurangi produksi (kolkisin, alopurinol)

  • Gout adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, atau pembuangan melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin.
  • Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena kadarnya yang tinggi.

  • Gout ditandai dengan:
  • Serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut
  • Kkadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus
  • Deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan
  • Cedera pada ginjal.
  • Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL)

PENGOBATAN GOUT

  • Ketika terjadi serangan arthritis akut, penderita diberikan terapi untuk mengurangi peradangannya.
  • Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat analgesik/NSAID, kortikosteroid, tirah baring, atau dengan pemberian kolkisin.

  • Setelah serangan akut berakhir, terapi ditujukan untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
  • Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kolkisin atau obat yang memacu pembuangan asam urat lewat ginjal (misal probenesid) atau obat yang menghambat pembentukan asam urat (misal allopurinol).

PENCEGAHAN GOUT

  • Pasien gout juga harus menghindari penggunaan obat yang dapat menaikkan kadar asam urat dalam darah.
  • Contoh dari obat tersebut adalah diuretik, aspirin, dan niasin.
  • Alkohol merupakan sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal sehingga disarankan tidak sering mengonsumsi alkohol.

  • Pasien juga disarankan untuk meminum cairan dalam jumlah banyak karena jumlah air kemih sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih

  • Ada beberapa jenis makanan yang diketahui kaya purin, antara lain daging, baik daging sapi, babi, kambing, jerohan, bebek, angsa, merpati, ayam, sapi atau makanan dari laut (seafood), kacang-kacangan, bayam, jamur, dan kembang kol.

METABOLISME HEME

APA ITU HEME


  • Heme adalah senyawa besi forfirin yang terdapat dalam Hemoglobin → eritrosit
  • Eritrosit → 120 hari → mati → dikatabolisme dihati
  • Eritrosit → Hemoglobin → Heme + Globin (protein, digunakan lagi oleh tubuh)
  • Heme → Forfirin + Besi (digunakan lagi)

METABOLISME HEME

  • Metabolisme Heme dilaksanakan di sel retikuloendotel pada hati, limpa & sumsum tulang
  • Katabolisme heme dilaksanakan oleh enzim komplek yang disebut Oksigenase heme
  • Heme → Forfirin → biliverdin → bilirubin
  • Bilirubin yang terbentuk dalam jaringan perifer akan diangkut kedalam hati oleh albumin plasma

TIGA PROSES METABOLISME HEME

  1. Pengambilan bilirubin oleh sel perenkim hati
  2. Konjugasi bilirubin dalam retikulum endoplasma hati
  3. Ekskresi bilirubin terkonjugasi kedalam empedu

PENGAMBILAN BILIRUBIN OLEH SEL HATI

  • Bilirubin hasil metabolisme eritrosit oleh hati, limpa & sumsum tulang disebut → Bilirubin Indirex
  • Sifat Bilirubin Indirex → tidak larut air → non polar
  • Agar dapat larut air harus diolah di Hati → dikonjugasikan dengan asam glukoronat

KONJUGASI BILIRUBIN (DALAM HATI)

  • Bilirubin Indirex → dibuat larut air dan polar dengan cara direaksikan dengan asam glukoronat → dikonjugasikan
  • Tempat konjugasi di sel sinusoid hepar → Hasil Bilirubin Direx/ Konjugasi
  • Bilirubin Direx → larut air dan bersifat polar
  • Diekskresikan → empedu

EKSKRESI BILIRUBIN (KE EMPEDU)

  • Bilirubin Direx masuk empedu → transport aktif
  • Bilirubin Direx bersama getah empedu yang lain → masuk duodenum
  • Di duodenum Bilirubin Direx direduksi bakteri usus → Urobilinogen (tidak berwarna) → di colon dioksidasi oleh flora colon → Urobilin (kuning) → memberi warna Feses (sterkobilinogen)

PERJALANAN BILIRUBIN DALAM USUS HALUS

  • Sebagian Urobilin → diabsorbsi oleh usus halus → masuk darah → diekskresi lewat ginjal → memberi warna urine

IKTERUS

  • Kenaikan kadar bilirubin dalam darah (>1mg/dl) disebut hiperbilirubinemia
  • Hiperbilirubinemia > (2 – 2,5 mg/dl) → akan berdifusi kedalam jaringan → kulit kuning, keadaan ini disebut Jaundice / Ikterus

PENYEBAB IKTERUS

  1. Prehepatik ( misal : anemia hemolitik )
  2. Hepatik ( misal : hepatitis )
  3. Post hepatik ( misal : obstruksi ductus koledukus )

IKTERUS FISIOLOGIK NEONATORUM

  • Terjadi akibat hemolisis yang lebih cepat serta pengambilan, konjugasi serta sekresi bilirubin yg belum sempurna (fungsi hati belum sempurna).
  • Terapi dengan penyinaran belum diketahui mekanismenya, tetapi dengan penyinaran bilirubin tak terkonjugasi berubah menjadi fragmen maleimida dan isomer geometrik yang diekskresikan kedalam empedu

ANEMIA HEMOLITIK

  • Eritrosit banyak rusak/lisis → Bilirubin Indirex meningkat di darah → Hiperbilirubinemia → Ikterus
  • Konjugasi di hepar normal → Bilirubin Direx normal
  • Hasil Laboratorium:
  • Bilirubin Indirex darah meningkat,
  • Bilirubin urine negative

HEPATITIS

  • Sel hati rusak → konjugasi terganggu → bilirubin direx menurun, bilirubin Indirex menumpuk didarah → ikterus
  • Sel hati rusak → Obstruksi ductus hepaticus → Bilirubin direx → Refluk kedarah → Ginjal → Urine
  • Hasil Laboratorium:
  • Bilirubin Indirex darah meningkat,
  • Bilirubin urine positif

OBSTRUKSI DUCTUS KOLEDUKUS

  • Obstruksi sal empedu → Bilirubun Direx tidak dapat masuk duodenum → reflux ke hati → ke darah → ginjal → Urine
  • Hasil laboratorium:
  • Bilirubin Direx darah meningkat
  • Bilirubine urine positif

KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Cairan Tubuh

  • Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan yang dibungkus oleh kulit organisme tsb disebut Cairan Ekstra Sel (CES)
  • Semua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CES
  • Semua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CES
  • Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel, juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke sel yang lain
  • CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)







Komposisi Cairan

  • Cairan tubuh terdiri ± 57 % BB  terdiri dari : CIS=70% dan CES=30%
  • Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan yang terletak didalam sel tubuh
  • Cairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletak diluar sel tubuh
  • CES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: Plasma darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, Cairan gastrointestinal

Macam Larutan
  • Larutan isotonis: larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama dengan cairan tubuh (CES)
  • Larutan Hipotonis: cairan yang tekanan osmosis cairan tubuh (CES)

Efek Perbedaan Tekanan Osmosis
  • Jika tekanan osmosis CES >CIS → cairan CIS keluar → sel mengkerut
  • Jika tekanan osmosis CES 20:1 (normal = 10:1)
  • Berat jenis urine tinggi
  • Osmolalitas urine >450 mOsmol/kg
  • Ion Na urine <10 mEq/L (causa ekstrarenal) Ion Na urine >20 mEq/L (causa renal/adrenal)

Penatalaksanaan
Ketentuan Umum:
  • Berikan maintenance cairan dan ganti cairan yang hilang
  • Ganti kehilangan cairan yang masih berlangsung, volume per volume
  • Pemberian cairan dibagi rata dalam 24 jam, kecuali keadaan khusus

Kelebihan Volume
  • Edema: penumpukan cairan interstisial yang berlebihan
  • Edema disebabkan oleh 4 mekanisme:
  • Peningkatan tekanan hidrostatis kapiler (gagal gantung kongestif)
  • COP (Colloid Osmotic presure) yang menurun (hipoalbumin pd sirosis)
  • Peningkatan permiabilitas kapiler pada peradangan
  • Obstruksi aliran limfe (post mastektomi)

Gambaran Klinis
  • Destensi vena jugularis
  • Peningkatan tekanan v sentral (>11 cm H2O)
  • Peningkatan tekanan darah
  • Denyut nadi penuh, kuat
  • Melambatnya waktu pengosongan vena tangan (>3-5 detik)
  • Edeme perifer dan periorbita
  • Asites, efusi pleura

Perubahan Laboratorium
  • Penurunan hematokrit
  • Protein serum rendah
  • Ion Na serum normal, ion Na urine rendah (>10 mEq/24jam) Penambahan 2% = kelebihan ringan Penambahan 5% = kelebihan sedang Penambahan 8% = kelebihan berat Penatalaksanaan Tergantung penyebabnya → prinsip pembatasan asupan ion Na dan cairan Edema paru → perlu tindakan cepat, untuk menghindari preload yang besar (beban yang masuk jantung) → dengan cara: Posisi fowler Pemberian diuretik kuat Pemberian oksigen Ketidakseimbangan Osmolalitas Ketidakseimbangan osmolalitas adalah ketidakseimbangan konsentrasi zat yang terlarut (mineral) dalam cairan tubuh Karena ion Na merupakan partikel utama ECF → hipo/hiperosmolalitas → mencerminkan hipo/hipernatremia Hiperglikemia → kejadian khusus pada kasus DM, akibat defisiensi H. Insulin Hiponatremia Disebabkan air yang berlebihan atau ion Na yang berkurang (Na+ serum <135 mEq/L) Menyebabkan pembengkakan sel (karena perpindahan air dari ECF ke ICF)  mengancam jiwa → jika edem sel otak Terapi → membuang air yang berlebihan atau menganti ion Na Hipernatremia Hipernatremia: kadar Na serum >145 mEq/L → menyebabkan hiperosmolalitas, sehingga terjadi dehidrasi ICF dan pengerutan sel
  • Penyebab utamanya:
  • Kehilangan air (mengandung Na)
  • Penambahan ion Na dengan kekurangan air
  • Terapi:
  • Hipernatremia dengan normovolemia → D5 per oral atau IV
  • Hipernatremia dengan hipervolemik → D5 dan diuretik

Hipokalemia
  • Hipokalemia → kadar ion K serum <3,5mEq/L ( K ion utama ICF) Hipokalemia berkaitan dengan alkalosis, karena alkalosis menyebabkan ion K berpindah dari dari ECF ke ICF Terapi: Infus KCl Efek Hipokalemia CNS dan neuromaskuler: lelah, tidak enak badan, parestesis, reflek tendon menghilang, kelemahan otot Pernafasan: otot nafas lemah, nafas dangkal Saluran cerna: motilitas usus besar menurun, anoreksia, mual, muntah, ileus Kardiovaskuler: hipotensi postural, disritmia, Ginjal: poliuria, nokturia Hiperkalemia Hiperkalemia: peningkatan kadar ion K serum >5,5mEq/L (asidosis, kerusakan jaringan)
  • Hiperkalemia adalah keadaan darurat medis yang perlu segera dikenali dan ditangani untuk menghindari disritmia dan henti jantung
  • Terapi:
  • Kalsium glukonat 10% IV secara perlahan, dengan pemantauan EKG
  • Glukose 10% dengan insulin dalam waktu 30 menit

Efek Hiperkalemia
  • Neuromaskuler: kelemahan otot, paralisis
  • Saluran cerna: mual, diare, kolik usus
  • Ginjal:oliguria → anuria
  • Kardiovaskuler: disritmia jantung, bradikardia, henti jantung

 

MINERAL

Makanan atau Nutrisi

  • Makanan: zat yang biasa dikonsumsi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (gizi)
  • Gizi adalah: zat yang diperlukan tubuh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
  • Macam zat gizi: Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air

  • Makanan berenergi: makanan yang dapat menghasilkan energi, yaitu makanan yang mengandung: Karbohidrat, lemak, protein
  • Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat gizi
  • Makanan bergizi seimbang: makanan yang mengandung zat gizi dalam komposisi seimbang, artinya sesuai yang diperlukan tubuh

  • Zat gizi yang masuk tubuh harus sesuai yang dibutuhkan tubuh, tidak boleh kurang atau berlebih
  • Semua makanan diperlukan dalam jumlah cukup dengan komposisi seimbang
  • Vitamin dan Mineral sebagai zat pengatur juga berfungsi sebagai cofactor enzim, antioksidan dan metabolisme

Pembagian Mineral
  • Makromineral adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah >100 mg/hari
  • Contoh: Ca, P, Na, K, Cl, Mg
  • Mikromineral (unsur renik) adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah <100 mg/hari
  • Contoh: Cr, Co, Cu, I, Fe, Mn, Mo, Se, Si, Zn, F

Calsium (Ca)
  • Fungsi: pembentuk tulang, gigi, pengaturan fungsi saraf dan otot
  • Metabolisme: absorpsi perlu protein pengikat-Ca; diatur oleh vit.D, hormon paratiroid dan kalsitonin
  • Defisiensi: rakitis, osteomalasia, osteoporosis
  • Toksik: nausea, diare, iritabilitas
  • Sumber: susu, kacang-kacangan, sayuran


Phosphor (P)
  • Fungsi: pembentuk tulang, gigi, ATP, asam nukleat
  • Metabolisme: kadar dalam serum diatur oleh reabsorbsi ginjal
  • Defisiensi: riketsia, osteomalasia (dewasa)
  • Toksik: hipertiroidisme, osteoporosis
  • Sumber: Zat aditif yang mengandung fosfat

Natrium (Na)
  • Fungsi: kation utama CES, mengatur volume plasma, keseimbangan asam basa, fungsi saraf dan otot, Na/K-ATP-ase
  • Metabolisme: diatur oleh Aldosteron
  • Defisiensi: tidak dikenal dalam diet
  • Toksik: hipertensi
  • Sumber: garam dapur

Kalium (K)
  • Fungsi: kation utama CIS, fungsi saraf otot, Na/K-ATP-ase
  • Metabolisme: diatur aldosteron
  • Defisiensi: akibat diuretik, kelemahan otot, paralisis, kekacauan mental
  • Toksik: henti jantung, ulkus usus halus
  • Sumber: sayuran, buah, kacang-kacangan

Clorida (Cl)
  • Fungsi: keseimbangan cairan dan elektrolit, getah lambung, transport HCO3 dalam eritrosit
  • Defisiensi: akibat vomitus, diuretik, penyakit ginjal
  • Sumber: garam meja

Magnesium (Mg)
  • Fungsi: Pembentuk tulang, gigi, cofaktor enzim
  • Defisiensi: akibat malabsorbsi, diare, pemabuk
  • Toksik: reflek tendon menurun, penurunan respirasi
  • Sumber: sayuran hijau

Chromium (Cr)
  • Fungsi: membentuk insulin
  • Defisiensi: gangguan toleransi glukose
  • Sumber: daging, hati, ragi, padi-padian, kacang-kacangan, keju

Cobalt (Co)
  • Fungsi: konstituen vit.B12
  • Defisiensi: sama seperti defisiensi vit.B12 menyebabkan Asiduria metilmalonat, anemia megaloblastik
  • Sumber: makanan yang berasal dari hewan

Tembaga (Cu)
  • Fungsi: konstituen enzim oksidase, sitokrom oksidase, berperan dalam absorbsi besi
  • Metabolisme: diangkut oleh albumin, terikat dengan serulo plasmin
  • Defisiensi: anemia (hipokromik-mikrositer)
  • Toksik: penyakit Wilson
  • Sumber : hati

Iodium (I)
  • Fungsi: konstituen tiroksin, trijodotironin
  • Metabolisme: disimpan dalam tiroid berupa tiroglobulin
  • Defisiensi: kretinisme, goiter, hipotiroid, miksedemia
  • Toksik: tirotoksikosis, goiter
  • Sumber: garam berjodium, ikan laut

Besi (Fe)
  • Fungsi: konstituen heme, Hb, sitokrom
  • Metabolisme: diangkut sebagai transferin, disimpan sebagai feritin/hemosiderin, hilang lewat perdarahan
  • Defisiensi: anemia (hipokromik mikrositer)
  • Toksik: siderosis, hemokromatosis herediter
  • Sumber: daging, hati, telur, alat masak dari besi

Mangan (Mn)
  • Fungsi: co-factor enzim hidrolase, dekarboksilase, transferase, sintesis glikoprotein, proteoglikan
  • Toksik: inhalasi benda beracun menyebabkan psikotik dan parkinsonisme

Molibdenium (Mo)
  • Fungsi: konstituen enzim oksidase (xantin oksidase) yaitu enzim yang diperlukan dalam metabolisme purin menjadi asam urat
  • Penyakit, sumber: tidak ada ada

Selenium (Se)
  • Fungsi: konstituen glutation peroksidase
  • Metabolisme: antioksidan sinergistik dengan vit.E
  • Defiensi: terjadi jika kandungan dalam tanah rendah
  • Toksik: rambut rontok, dermatitis, irtabilitas
  • Sumber: tumbuhan

Silicon (Si)
  • Fungsi: kalsifikasi tulang, metabolisme glukose-minoglikan pada kartilago dan jaringan ikat
  • Defisiensi: gangguan pertumbuhan
  • Toksik: silikosis
  • Sumber: tumbuhan

Zenk (Zn)
  • Fungsi: co-factor enzim laktat dehidrogenase, alkalin fosfatase, karbonik anhidrase
  • Defisiensi: hipogonadisme, kegagalan pertumbuhan, kegagalan penyembuhan luka, penurunan kemampuan mengecap dan mencium
  • Toksik: iritasi gastrointestinal, muntah

Fluorida (F)
  • Fungsi: meningkatkan kekerasan tulang dan gigi
  • Defisiensi: karies dentis, osteoporosis
  • Toksis: fluorosis dentis
  • Sumber: air minum

Selasa, 01 Mei 2012

KOLESTROL


Hiperlipidemia atau hiperkolesterol dapat disebabkan oleh faktor familial (keturunan) ataupun pola makan yang kurang sehat. Pola gaya hidup saat ini disertai dengan pergeseran pola makan fast food serta kurangnya olahraga sangat menunjang terjadinya peningkatan kolesterol. Pola hidup tidak sehat tentunya sangat berpengaruh di dalam peningkatan kadar kolesterol tubuh.
Mengurangi makanan berlemak dapat dimulai dengan cara :
1. Mengurangi makanan yang digoreng, perbanyaklah makanan yang dioleh dengan cara direbus dan dikukus
2. Hindari makanan yang banyak mengandung kolesterol & lemak, seperti kulit ayam, daging berlemak, kuning telur, cumi, udang
Alpukat merupakan makanan rendah kolesterol sehingga dapat dikonsumsi oleh mereka dengan riwayat kolesterol tinggi.
Diet Rendah Kolesterol
Langkah untuk melakukan diet rendah kolesterol biasanya diambil oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi maupun penderita penyakit jantung. Karena pada mekanismenya, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga mengundang risiko serangan jantung.
 Pada hakikatnya tubuh manusia masih membutuhkan kolesterol untuk pembentukan senyawa-senyawa yang memiliki inti sterol seperti vitamin D, hormon-hormon anabolik, serta empedu. Tujuan dari diet ini ialah untuk mencukupkan kadar kolesterol yang ada dalam darah, yang secara tidak langsung bersamaan dengan proses pengurangan berat badan.
 Pada pelaku diet ini, cobalah untuk makan dalam porsi yang sedikit namun dengan frekuensi tinggi. Hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh, dimana pada umumnya lemak jenuh terdapat pada daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan, mentega, kuning telur, dan keju. Disamping bahaya lemak jenuh pada lemak hewani tersebut, masih terdapat ancaman yang dihindari dari lemak nabati, seperti halnya minyak kacang dan minyak kelapa sawit.
 Bahan yang mengalami salah persepsi oleh jebakan trik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan produsen minyak goreng. Masyarakat di perkenalkan oleh minyak goreng yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang tanah, minyak biji kapas, minyak kacang kedelai, minyak jagung dan minyak bunga matahari sekalipun.
 Memang benar adanya minyak sayur yang berasal dari tumbuh-tumbuhan memiliki kandungan lemak tak jenuh dalam komposisi produknya, namun sedikit yang mengetahui bahwasanya lemak jenuh tetap akan muncul ketika sampai pada proses pencernaan manusia. Sedahsyat apapun minyak goreng tersebut mengklaim dirinya memiliki lemak tak jenuh, tetap saja, ketika masuk ke tubuh manusia, akibat reaksi proses pencernaan alamiah dengan kehadiran minyak goreng tersebut pada tubuh maka akan terformulasikan yang menghasilkan lemak jenuh jua.
 Jadi intinya, kurangi makanan yang melalui proses goreng-gorengan. Jikapun sudah terlanjur mengonsumsi, imbangkan dengan berolahraga. Dengan harapan, lemak jenuh dapat terbakar habis menjadi energi.
 Mulai pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti roti, beras, gandum. Konsumsi ayam tanpa kulit. untuk kebutuhan nutrisi pada daging, gantilah dengan putih telur. Kurangi pula makanan yang mengandung kaya gula, seperti es krim, cokelat, soft drink, gula-gula, dan lainnya.

Rabu, 25 April 2012

Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari

DokterSehat.com – Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan hanya bisa di jadikan makanan bantu sementara (selingan) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatanhal it disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besat tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit. Hal itu berbeda jika makan mie instan dengan campuran bahan lain yang mengandung vitamin seperti penampahan jenis sayuran seperti wortel, sawi, tomat dll,
Sumber protein bisa juga di dapatkan jika di tambah seperti telor, ikan , tempe, daging dsb.. Satu takaran saji mie instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energiyang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Ternyata mie instan bukan cuma kandungan nutrisinya yang kurang, tapi juga bisa merugikan kesehatan bagi mereka-mereka yang mengkomsumsi salah satunya menurut dokter mie instan penyebab timbulnya kanker, hal itu disebabkan oleh zat lilin sebagai campuran pembuatan mie instan yang berfungsi agar mie instan tidak lengket saat dimasak. Walaupun hasil dari penelitian Badan POM isu lilin yang ada dalam mie instan dinyatakan tidak benar

Informasi selanjutnya juga memberikan peringatan bagi mereka yang menderita hipertensi, maag, dan autisme:

Kelemahan dari konsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mie instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mie instan per takaran saji.
Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.
Kelemahan lain mie instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mie instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.

Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi:

Namun, sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi
Dan untuk makan mie instan “dengan baik,” sebaiknya diberi lauk-pauk yang lain terutama sayuran yang berserat:

Namun, untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh, satu bungkus mie belumlah cukup. Jika melihat iklan di layar televisi, cara
prescription medications online makan mie yang baik adalah dengan menambah menu yang berasal dari bahan dasar hewani dan sayur-sayuran berserat.
Iklan mie di layar kaca menampilkan kebiasaan orang makan mie instan dengan tambahan menu seperti ayam, ikan, telur, kangkung, wortel, dan kapri. Pada bungkus mi pun terdapat gambar penyajian mie dengan menu tadi. Lalu apakah ini sekadar menarik perhatian ? Tentu saja tidak.
Bahan dasar hewani menyediakan sumber protein, sedangkan sayur-sayuran berserat dapat menambah vitamin. Selain itu, sayuran berserat berperan pula untuk menetralisasi kandungan lemak.
Menurut seorang ahli gizi klinik, Juniarta Alidjaja, orang yang kebanyakan makan mie instan tanpa diimbangi makanan berserat berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena mie mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi. Misalnya obesitas, kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh dan lain-lain.
Jadi masihkan anda makan mie instan setiap hari?
sumber: pramedia@blogspot

GIZI DAN KECERDASAN ANAK


Tentunya semua orang tua menginginkan anaknya adalah anak yang cerdas. sebenarnya kecerdasan itu sendiri artinya adalah kemampuan seseorang untuk menggabungkan informasi yang didapat dari kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi secara tepat dan efektif. Kecerdasan memang erat hubungannya dengan kemampuan berpikir. Yang disebut dengan anak yang cerdas adalah anak yang tanggap, cepat paham, mampu melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Intelejensi atau kecerdasan merupakan salah satu fase dari hasil perkembangan otak
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan 
  1. Faktor genetik atau keturunan
Faktor genetik disini adalah orang tua yang memiliki intelegensi baik dapat diasumsikan memiliki anak yang membawa gen intelegensi baik juga, namun tidak selamanya bisa berlaku demikian
  1. Faktor lingkungan
Maksud dari faktor lingkungan di sini adalah, sekalipun anak lahir dari ayah dan ibu yang cerdas, tapi bila ia tidak mendapat lingkungan yang mendukung seperti sekolah yang baik dan rangsangan yang tepat maka kecerdasan tidak akan berkembang. Nah saat yang tepat untuk mengasah kecerdasan dilihat dari perkembangannya ialaha sejak di kandungan sampai usia 5 tahun
  1. Faktor gizi
Faktor gizi ini juga memegang peranan penting dalam kecerdasan. Zat gizi yang paling penting untuk pertumbuhan otak ialah protein (hewani dan nabati), Omega – 3 misalnya seperti salmon, tuna, tempa, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau, zat besi. Yang perlu diingat adalah kecerdasan ini merupakan proses panjang dan berkesinambungan
Nah zat gizi ini tidak hanya untuk pertumbuhan otak tetapi juga untuk pertumbuhan organ tubuh yang lainnya yang berkembang terus. Karena itu dianjurkan anak harus diberikan gizi seimbang.
Kecerdasan menurut Howart Garden, seseorang mempunyai sekurang-kurangnya 7 kecerdasan, antara lain :
  1. Kecerdasan Verbal Linguistik/Bahasa
  2. Kecerdasan Logik-Matematika
  3. Kecerdasan Fizikal-Konestatik
  4. Kecerdasan Visual Spatial
  5. Kecerdasan Muzikal-Ritma
  6. Kecerdasan Interpersonal
  7. Kecerdasan Intrapersonal
1. Kecerdasan Linguistik
Kemampuan menggunakan perkataan secara berkesan seperti lisan atau tulis, termasuk kebolehan memanipulasikan bahasa dan pengucapan dengan baik dan sempurna.
 2. Kecerdasan Logik-Matematika
Kebolehan menggunakan nomor, mengenal abstrak, perkaitan, sebab akibat. Melibatkan pembinaan sain piker termasuk pemikiran secara induktif dan deduktif, perhitungan mengktegorikan.
3. Kecerdasan Fizikal-Kinestatik
Berkaitan dengan pergerakan dan kemahiran fizikal seperti koordinasi keseimbangan dan kelenturan badan. Menggunakan anggota badan untuk meluahkan ide dan perasaan
4. Kecerdasan Visual-Spatial
Kebolehan menciptakan gambaran mental dan mengamati dunia visual. Berkepekaan terhadap warna, garis, dan ruang.
5. Kecerdasan Muzikal-Ritma
Kemampuan untuk menggemari, mendiskriminasi dan peluahkan perasaan melalui musik. Kecenderungan ini termasuk kepekaan ritma, melodi atau suatu hasil musik.
6. Kecerdasan Interpersonal
Berpengetahuan dan berkebolehan menilai diri sendiri. Mempunyai gambaran yang tepat tentang diri sendiri,kehendak, motivasi, kemarahan dan jati diri.
7. Kecerdasaan Intrapersonal
komunikasi antara individu, latihan kolaborasi, strategi pembelajaran.
Zat gizi mengambil peranan penting sejak dalam kandungan, karena pertumbuhan dan perkembangan itu dimulai dari masa konsepsi, kemudian masa dalam kandungan atau yang biasa disebut tahap pre natal, lalu masa neonatal (0-28 hari), masa bayi ( kurang dari 1 tahun), masa Balita dan masa Pra sekolah (5-6 tahun). Hubungannya dengan gizi yaitu
Pertumbuhan dan perkembangan ini memerlukan zat gizi.  Gizi ibu yang kurang atau buruk pada waktu konsepsi atau sedang hamil muda dapat menyebabkan kematian atau cacat janin dalam hal ini termasuk pada pertumbuhan otak janin.
Seperti kita ketahui bahwa pada masa tumbuh kembang, otak anak itu tidak tumbuh dan berkembang terus menerus, terdapat satu periode waktu yang dinamakan periode kritis.
 Periode kritis adalah sebuah kurun waktu dalam pertumbuhan otak anak, yang apabila didapatkan gangguan maka akan berakibat anak mengalami kelainan perkembangan yang permanen dan sulit disembuhkan. Pada tahun pertama 80% berat otak dewasa tercapai, dan hal ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, oleh karena itu kita para orang tua harus sungguh-sungguh memperhatikan gizi pada anak-anak kita. Tentang pertumbuhan otak, otak janin ini mengalami periode pertumbuhan cepat atau brain growth spurt pertama kali pada saat kehamilan trimester ketiga, pada kehamilan trimester ketiga itu, sel neuron pada otak besar membelah dan membagi dengan cepat. Berbagai nutrisi berperan penting pada pembentukan dan perkembangan otak janin yang telah dimulai pada awal kehamilan. Sedangkan masa pertumbuhan emas otak tahapan kedua terjadi saat bayi baru lahir sampai usia 30 bulan (3 tahun).
 Tentang makanan ibu hamil, pada dasarnya makanan ibu hamil sama saja dengan ibu yang tidak hamil yaitu bergizi seimbang, hanya saja jumlah dan mutunya perlu ditingkatkan. Untuk kebutuhan gizinya antara lain :
  1. Energi sangat diperlukan untuk tumbuh kembang janin dan metabolisme ibu. Energi diperoleh dari makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak
  2. Karbohidrat sebagai sumber energi untuk aktifitas sehari-hari, sumber : nasi, mie, bihun, jagung, roti dll
  3. Protein diperlukan untuk pemeliharaan sel, membuat Hb, membentuk kekebalan tubuh, mengoptimalkan otak janin, menyiapkan produksi ASI, sumber : daging sapi, daging ayam, telur, ikan, tahu, tempe, susu kedelai, susu sapi dll
  4. Lemak merupakan sumber energi terbesar, pelarut vitamin A, D, E, K, cadangan tenaga, membantu perkembangan sistem saraf janin (asam lemak esensial). Lemak kita dapatkan dari sumber lemak antara lain: ikan berlemak, minyak sayur, kacang-kacanagan, mentega, keju, daging, telur dll
  5. Asam Folat sangat penting  untuk perkembangan sistem syaraf dan darah. Kekurangan Asam Folat pada ibu hamil, berdasarkan penelitian, bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Bayi mengalami kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang. Sumber asam folat antara lain  sayuran hijau gelap, buah segar, aspargus, bit merah, kedelai, cereal
  6. Vitamin D sangat penting dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Sumber vitamin D antara lain  ikan berlemak (sardin, makarel/tenggiri, tuna, salmon, minyak ikan, telur, susu fullcream, mentega
  7. Vitamin B12, merupakan penjaga yang mengatur sel, terutama sel-sel saluran pencernaan, sistim syaraf dan tulang supaya berfungsi normal. Sumber vitamin B12 antara lain  hasil ternak dan produk olahan, tempe, tauco , oncom, kecap
  8. Vitamin C : untuk pembentukan jaringan ikat antarsel, memperbaiki jaringan yang rusak, pembentukan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi dan stress, penyerapan zat besi. Sumber vitamin C yaitu buah-buahan segar, sayuran hijau
Pengaturan makanan pada Bayi :
  • Usia 0 – 6 bulan          : ASI saja
  • Usia 6 – 8 bulan          : ASI, Buah, Bubur Susu   dan Tim Saring
  • Usia 8 – 10 bulan        : ASI, Buah, Bubur Susu dan  Nasi Tim yang dihaluskan
  • Usia 10 -12 bulan        : ASI, Buah, Nasi Tim
  • Usia 12 – keatas          :
  1. ASI (hingga 2 tahun),
  2. Buah
  3. Nasi Tim /Makanan keluarga,
  4. Makanan Kecil
Untuk menu bubur dan tim, usahakan mengandung gizi yang seimbang sehingga memenuhi kebutuhan gizi anak. Khusus untuk ASI saya ingatkan kembali bahwa ASI ini mengandung banyak kelebihan salah satunya adalah ASI mengandung AA (Asam Arakhidonat) termasuk kelompok omega 6 yang terbentuk dari Asam Likonat dan Asam Dekosa heksanoat (DHA) kelompok omega 3 yang terbentuk dari Asam Linolenat (ALA) dan nutrisi lain seperti protein, laktosa dan lemak lainnya yang merupakan zat yang merangsang pertumbuhan otak bayi/anak.
 Gizi harus tetap diperhatikan karena anak pada usia tersebut mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, makanan yang diberikan harus mengandung zat gizi yang diperlukan yakni mengandung energi, protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin yang sesuai. Jangan lupa bahwa menu yang disajikan harus bergizi seimbang dan usahakan bervariasi untuk mencegah kebosanan pada anak
Seringkali kita temui dalam keseharian, saat anak tidak mau makan maka sebagai gantinya ibu atau pengasuhnya memberikan susu. Perlu diperhatiakn bahwa kebiasaan ini akan mengarah ke penolakan segala makanan padat hingga makanannya terdiri dari susu saja. Oleh karena itu ibu harus bijak yakni dengan cara bila anak menolak makan maka bawa pergi makanan itu dan coba lagi bila anak sudah lapar